NOTULEN RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI II DPRD

  • Admin Bulelengkab
  • 15 Mei 2016
  • Dibaca: 921 Pengunjung

Notulen tanggal 16 Mei 2016

Susunan Acara :

1.    Pembukaan

2.    Pengantar Ketua Komisi II

3.    Pemaparan Rencana Kerja SKPD

4.    Diskusi

5.    Penutup

 

A.   Pemaparan Rencana Kerja SKPD

1.    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Pemapar : Sekretaris Disbudpar

·         Sesuai masukan dan Musrenbang, Disbudpar merancang anggaran Rp. 16.270.000.000. Titik berat kegiatan adalah promosi potensi partiwisata.

·         Untuk tahun 2017 Rp. 10 Milyar rupiah lebih.

·         Pengembangan DTW dan fasilitas penunjangnya.

·         Untuk bidang budaya

2.    Dinas Pertanian dan Peternakan

·         Ada 15 program dan 43 kegiatan

·         Program dan kegiatan tahun 2017 hampir sama dengan tahun 2016.

·         Anggaran tahun 2017 Rp. 19. 874.350.000 dari APBD Kabupaten. Direncanakan pula dari APBD Provinsi Rp. 2.225.000 dan APBN sebanyak Rp. 36.640.000.000.

·         Yang menjadi kendala adalah program/kegiatan yang terkait hibah. Untuk tahun 2016 dengan rencana anggaran sekitar 13 Milyar rupiah, separohnya diperuntukkan untuk kegiatan masyarakat (hibah).  

B.   Diskusi

Untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

1.    Pak Mangku Budiasa

·         Terkait dengan pengelolaan Museum Buleleng, apa upaya-upaya yang akan dilakukan agar kondisi Museum dapat terpelihara dengan baik? Bagaimana koordinasinya dengan Yayasan pengelola Museum? Kami berharap komunikasi dan koordinasi segera dapat dilakukan sehingga peninggalan-peninggalan yang ada di dalamnya dapat dipelihara dengan baik.

 

·         Mohon informasi DTW-DTW yang ada kerjasama dengan Pemkab Buleleng. Dan mohon diinformasikan juga, DTW mana yang sepenuhnya dikelola (asset) Pemerintah Daerah.

 

·         Untuk di Buleleng apakah ada keinginan untuk membentuk Desa Wisata.

 

·         Terkait dengan pengelolaan hutan desa di selat sebagai salah satu destinasi pariwisata baru, yaitu wana wisata. Mohon Disbudpar agar membantu penyiapan SDM untuk kegiatan di luar kawasan.

 

2.    Pak Gede Suradnya

·         Kantor PHDI dan WHDI perlu mendapat perhatian Pemkab Buleleng, termasuk penganggarannya.

·         Rencana promosi yang akan dilakukan.

·         Kami berharap Pemkab Buleleng dapat membuat obyek wisata yang memberikan dampak besar terhadap pendapatan Buleleng. Contohnya: obyek wisata Danau Buyan.

·         Di Puncak Wanagiri, kalau memungkinkan di sebelah Utaranya dibeli oleh Pemkab, kemudian dibangun tugu Panji Sakti sekaligus sebagai stopover.

·         Apakah RKPD 2017 sudah menjawan target-target RPJMD Tahun 2017?

Untuk Dinas Pertanian dan Peternakan

1.    Pak Mangku Budiasa

·         Pembuatan jalan usahatani agar dianggarakan juga dari APBD Kabupaten.

·         Untuk dana hibah, subak sudah bisa. Tetapi untuk kelompok tani/ternak masih dalam tahap pengkajian/pemantapan.

·         RPH Panji Anom ada keluhan terkait dengan pengelolaan limbah (bau). Proses pemotongan kurang optimal, malahan sebagai tempat pembuangan limbah oleh masyarakat.

·         Mohon diakomodir usulan program/kegiatan hasil reses anggota DPRD.

 

 

 

 

 

2.    Pak Gede Suradnya

·         Peran pemerintah dalam menjamin pemasaran hasil-hasil pertanian seperti manga, durian, rambutan, dll. masih lemah. Pada saat panen seringkali harganya murah.

·         Pemerintah perlu mendororong agroindustri yang lebih mapan (penanganan pasca panen masih sangat lemah).  

·         Perlu ada pengawalan rencana zonasi (pemilahan) komoditas pertanian.

3.    Pak Gusti Artana

·         Bagaimana upaya-upaya penanganan kesulitan tenaga panen padi.

·         Terkait dengan asuransi pertanian agar pelaksanaannya agar dioptimalkan. Apa upaya dinas menindaklanjuti program ini.

 

4.    Pak Wandira Adi

·         Terkait asuransi pertanian, dari 11.000 Ha baru diakomodir 3.900 Ha dengan pertanggungan total dari pemerintah. Kita berharap  agar seluruh lahan diasuransikan. Apa kendalanya?

·         Target asuransi 11.000 agar dicanangkan pada tahun 2017.

·         Asuransi yang dilakukan gratis, kedepan diharapkan petani juga berpartisipasi dalam pembayaran premi (20%).

·         Terkait dengan sekeha manyi, dalam rancangan renja tahun 2017 agar dianggarkan pengadaan power treser.

·         Terkait dengan proteksi harga gabah. Mohon dibuatkan kajian berapa harga gabah di Buleleng dan berapa seharusnya disubsidi oleh Pamkab Buleleng. Carikan pula dasar hukumnya.

Tanggapan Disbudpar

1.    Terkait dengan Museum Buleleng, Kadisbudpar sudah bertemu dengan Ketua Yayasan. Namun karena kondisi kesehatan Ketua Yayasan, maka koordinasi belum dapat dilakukan secara intensif. Sedangkan untuk perbaikan kondisi sudah kita lakukan.

2.    Kita sudah punya 10 desa wisata.

3.    Untuk DTW asset Pemkab ada 3, yaitu eks Pelabuhan Buleleng, Kawasan Gedong Kerthia dan Gedung Kesenian. Sedangkan yang lainnya adalah milik masyarakat yang pengelolaannya bekerjasama dengan Pemkab, spr Air Panas Banjar, Air Terjun Gitgit, Air terjun Sekumpul, Air Panas Banyuwedang. Pembagian hasil 72 : 25 (75% untuk masyarakat, 25% untuk Pemkab).

4.    Untuk hutan desa Selat, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkiat. Disbudpar dapat membangun sarana penunjang di luar kawasan.

5.    Sejak  tahun 2015 kami sudah merencanakan rehab gedung Sasana Budaya. Mudah-mudahan tahun 2017 dapat direalisasi.

 

 

 

6.    Promoso lebih banyak dilakukan di dalam negeri karena potensi wisatawan domestic lebih besar dibanding manca Negara. Kami sudah melakukan pameran di Surabaya dan Batam. Kami juga melakukan Festival sebagaimana telah dilakukan selama ini.

7.    Terkait dengan penataan Danau Buyan-Tamblingan, kita hanya bisa melakukan penyiapan fasilitas umum.

8.    Terkait dengan rencana pembangunan stopover masih mengalami kendala dalam pembebasan lahan.

 

Tanggapan Dinas pertanian dan Peternakan

1.    Untuk usulan jalan usahatani (JU) juga dianggarakan dalam APBD II. Hanya saja pengalokasiannya tidak dapat dilakukan secara terus menerus pada kelompok yang sama.

2.    Untuk menangani turunnya harga pada saat panen raya, kami sudah melakukan berbagai upaya, termasuk pengolahan pasca panen dan promosi produk, antara lain melalui festival.

3.    Kalau mengupayakan agar KWT-KWT melakukan pengemasan produk-produk pertanian.

4.    Kami sudah memajang produk-produk hasil olahan pertanian di kantor. Kami juga sudah memikirkan unyuk membuat outlet-outlet pemasaran produk-produk pertanian.

5.    Kita sedang menggalakkan program sekeha manyi (kelompok pemanen). Hanya yang menjadi kendali ketika panen melimpah, harga menjadi murah.

6.    Untuk asuransi pertanian, tahun 2016 kita mendapat 3900 Ha dari usulan 5000 Ha, permi disubsidi oleh pemerintah provinsi.

7.    Untuk RPH Panji Anom sudah diprogramkan. Akan diupayakan optimalisasi pengelolaan limbahnya melalui penyempurnaan dekomposernya. Aktvitas pemotongan sapi betina produksi berkurang yang berdampak pada penurunan aktivitas pemotongan ternak (tidak secara kontinyu).

8.    Untuk hasil reses mohon dapat disampaikan kepada kami untuk dipertimbangkan/ditindaklanjuti.

9.    Untuk menanggulangi kelangkaan tenaga penen akan diupayakan melalui penambahan pengadaan tressher.

10.Kendala asuransi pertanian, petani masih berpikir untuk ikut serta membayar premi. Untuk itu Pemprov mengambil kebijakan untuk menolkan premi dari petani.

11.Untuk Bali data jatah asuransi 11.000 Ha.