(0362) 22713
dprd@bulelengkab.go.id
Sekretariat DPRD Buleleng

Ketua DPRD Buleleng Buka Pameran Kawisesaan 2026, Dorong Pelestarian Warisan Budaya Bali

Admin dprd | 20 Oktober 2026 | 42 kali

 Ketua DPRD saat meninjau pameran Kawisesaan Tahun 2026

SINGARAJA, Humas DPRD Buleleng

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, S.M., secara resmi membuka Pameran Kawisesaan Tahun 2026 yang mengusung tema “Kawisesaan Pinake Tetamian Budaya Bali” (Kawisesaan sebagai Warisan Budaya Masyarakat Bali), bertempat di Museum Soenda Ketjil, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Selasa (20/10/2026).

Pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan kulkul dan pemotongan pita oleh Ketua DPRD Buleleng bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng. Pameran ini berlangsung selama satu minggu, mulai 20 hingga 26 Oktober 2026.

Pameran Kawisesaan menampilkan berbagai koleksi lontar warisan leluhur Bali, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, Piwelas, serta sejumlah koleksi lainnya yang berkaitan dengan aspek kawisesaan dalam kebudayaan Bali.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pewarisan nilai-nilai budaya Bali secara berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan pengetahuan tradisional leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah perkembangan zaman.

Usai membuka pameran, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pameran kebudayaan menjadi salah satu sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keberagaman warisan budaya Bali yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal.

Ngurah Arya juga menegaskan komitmen DPRD Buleleng untuk terus mendukung pengembangan kegiatan pelestarian budaya, termasuk melalui dukungan terhadap penganggaran program kebudayaan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

“Melalui Pameran Kawisesaan ini, kita berharap warisan budaya leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda. Seni dan budaya Bali harus terus dilestarikan, sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pemberdayaan ekonomi,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Pameran Kawisesaan 2026, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, menjaga, serta melestarikan kekayaan budaya Bali sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Bali.