Ketua DPRD Buleleng saat memberikan sambutan
GEROKGAK, Humas DPRD Buleleng
Semangat kebersamaan dan keharmonisan mewarnai pelaksanaan Dharma Santi
dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang digelar di Gedung Serbaguna
Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi
momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat
melalui komunikasi yang harmonis serta penuh nilai kebersamaan.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, I Ketut Ngurah Arya hadir bersama Anggota
DPRD Buleleng I Wayan Parwa, I Gede Mudita, dan Dewa Nyoman Sukardina.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga
sinergi dan kedekatan dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Buleleng menegaskan bahwa komunikasi yang
baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan
daerah yang aman, damai, dan sejahtera. Momentum Dharma Santi dinilai sangat
tepat untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial di tengah kehidupan
masyarakat.
“Melalui Dharma Santi ini, saya berharap terjalin komunikasi yang harmonis
antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kebersamaan, saling mendengar, dan
saling mendukung, kita dapat menjaga persatuan serta bersama-sama membangun
Kabupaten Buleleng yang lebih maju, damai, dan sejahtera,” ujar Ketua DPRD
Buleleng.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Buleleng, Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, jajaran Kepala OPD lingkup Pemerintah
Kabupaten Buleleng, Forkompimcam Gerokgak, para Perbekel se-Kecamatan Gerokgak,
serta masyarakat yang mengikuti Dharma Santi dengan penuh antusias.
Suasana acara semakin bermakna dengan kehadiran I Wayan Nardayana sebagai
narasumber. Melalui pendekatan budaya dan spiritual, ia menyampaikan berbagai
filosofi kehidupan yang sarat makna, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus
menanamkan nilai toleransi, introspeksi diri, dan kebersamaan dalam kehidupan
sehari-hari.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Buleleng bersama Ketua DPRD Buleleng juga
menyerahkan bantuan sembako kepada para pemuka agam hindu dan lansia kurang mampu
sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Dharma Santi ini, semangat Hari Raya Nyepi diharapkan
tidak hanya menjadi refleksi spiritual, tetapi juga menjadi penguat
persaudaraan dan keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun
Kabupaten Buleleng yang lebih baik.