Wakil Ketua DPRD Buleleng Made Jayadi Asmara Beri Apresiasi Capaian Pembangunan Bali
DENPASAR –Humas DPRD
Buleleng.
Wakil Ketua II DPRD
Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, menghadiri Rapat Paripurna ke-28 DPRD
Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar di Ruang
Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Renon, Rabu (25/3).
Kehadiran Made Jayadi
Asmara dalam kesempatan ini adalah untuk mewakili Ketua DPRD Kabupaten Buleleng
guna menyimak langsung penyampaian dua agenda krusial:
Penyampaian Laporan
Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun Anggaran
2025.
Pidato Satu Tahun
Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 20 Februari 2025 s.d. 20
Februari 2026.
Dalam pidatonya,
Pemerintah Provinsi Bali memaparkan visi "Nangun Sat Kerthi Loka
Bali" melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Visi ini menekankan pada kesejahteraan krama Bali secara niskala dan sakala,
sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari
secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.
Ditemui usai rapat, Made
Jayadi Asmara menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai capaian membanggakan
yang diraih Pemerintah Provinsi Bali sepanjang tahun 2025, di antaranya:
Mempertahankan predikat
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 12 kali berturut-turut.
Penghargaan dari Kementerian PAN-RB dan predikat Provinsi Terinovatif dari
Kemendagri.
Penurunan angka stunting
hingga di bawah 10% dan pencapaian Universal Health Coverage (UHC).
Penghargaan The Best
Region Head of Economic Recovery serta predikat Best of the Best Destination
oleh Tripadvisor.
"Capaian-capaian ini
merupakan bukti nyata adanya kolaborasi yang kuat antara eksekutif, legislatif,
dan seluruh elemen masyarakat di Bali. Kami di DPRD Buleleng berkomitmen untuk
terus bersinergi dengan kebijakan Pemerintah Provinsi demi mewujudkan
pembangunan yang merata hingga ke Bali Utara," ujar Made Jayadi Asmara
mengutip semangat kerja sama yang disampaikan dalam rapat.
Acara ditutup dengan permohonan maaf dari pimpinan daerah atas segala
kekurangan selama satu tahun masa kepemimpinan, serta ajakan untuk terus
menjaga kondusivitas Pulau Dewata di mata internasional.