Komisi II DPRD Buleleng Bahas LKPJ, Soroti Akurasi Data Dan Pemerataan Perbaikan Jalan
SINGARAJA, Humas DPRD Buleleng
Guna menindak lanjuti Laporan
Keterangan Pertanggungjawab (LKPJ) Bupati Buleleng tahun anggaran 2025,DPRD Buleleng
Melaui Komisi II melaksanakan rapat kerja bersama sejumlah instasi teknis yang
menjadi mitra komisi II pada Senin, (20/4) di Ruang Komisi II Gedung Dewan
Buleleng.
Rapat yang dipimpin langsung
Ketua Komisi II, Wayan Masdana, S.E dengan agenda utama yakni dalam rangka
mengevaluasi capian kinerja Pemerintah daerah di tahun 2025, serta merumuskan
rekomendasi strategis dalam rangka pelaksanaan kinerja perangkat daerah pada
tahun berikutnya.
Dalam rapat kali ini, Komisi II
secara khusus mengundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum,Penata
Ruang,Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPERKIM), serta Dinas Pertanian,
Ketahanan Pangan,dan Perikanan Kabupaten Buleleng.
Dalam diskusi yang berkembang
secara spesipik komisi II menyoroti tentang kondisi infrastuktur jalan diwilayah
Kabupaten Buleleng,berdasarkan data yang disampaikan, tercatat masih terdapat
sekitar 275 Km jalan di Buleleng yang masih memerlukan penaganan baik dalam
kategori berat maupun ringan.
Ketua Komisi, Wayan Masdana
meminta agar Dinas PUPRPERKIM melakukan inovasi terkait upaya perbaikan ditengah
kondisi fiskal daerah yang masih dalam kondisi belum optimal ” dengan kebijakan
fiskal daerah saat ini kami menyampaikan ke dinas terkait untuk memperbanyak
program-program pemeliharaan rutin, hal ini penting agar kerusakan-kerusakan
dengan kategori ringan tidak berkembang menjadi kerusakan berat sehingga
membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar” Ujarnya.
Disamping hal tersebut, Komisi
II juga mendorong agar perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan prinsif
berkeadilan diseluruh wilayah Kabupaten Buleleng dengan tetap menekankan sekala
prioritas terutama pada jalur penghubung antar desa dan jalur yang memiliki
potensi ekonomi dan pertanian, termasuk jalan perkotaan seperti pada ruas jalan
Patimura Kelurahan Kampung Bugis yang tahun ini segera memasuki proses tender
dengan estimasi anggaran sebesar Rp. 1, 5 Miliar.
Selain masalah infrastruktur,
dalam Rapat, Komisi II juga menyoroti terkait dengan data yang lebih akurat dan
real time, khususnya terkait data rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai dasar
acuan terhadap program bantuan secara tebat sasaran.selain itu strategi pengelolaan sampah yang lebih
revolusioner dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana serta meningkatkan
kesejahteraan tenaga kerja disetiap TPS3R ditingkat desa.
Dari sektor pertanian, Komisi
II juga menyoroti terkait dengan optimlisasi aset lahan pada balai Penyuluh Pertanian
(BPP) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disamping itu juga
terhadap program -program penguatan dan pendampingan petani sehingga produk
lokal pertanian dapat terserap secara optimal oleh pasar modern serta sebagai
penunjang sektor kepariwisataan di Kabupaten Buleleng.
Dari hasil pembahasan ini akan dijadikan pertimbangan dalam pembahasan LKPJ selanjutnya pada agenda rapat pimpinan dan Anggota DPRD dengan agenda perumusan draf rancangan Rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati Tahun 2025, sehingga dapat dijadikan landasan bagi pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas layanan publik serta percepatan pembangunan di Kabupaten Buleleng.