(0362) 22713
dprd@bulelengkab.go.id
Sekretariat DPRD Buleleng

Busungbiu Festival 2026 Resmi Dibuka, DPRD Buleleng Dukung Pelestarian Budaya Dan Harmoni Alam

Admin dprd | 16 Mei 2026 | 51 kali

Ketua DPRD saat pembukaan Busungbiu Festival 2026

BUSUNGBIU, Humas DPRD Buleleng

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, S.M., bersama Anggota DPRD Buleleng Dapil Busungbiu, Nyoman Sukarmen, Ketut Hermawan,SE., Nyoman Somasuarsa, SH., menghadiri Pembukaan Busungbiu Festival 2026 yang digelar di Lapangan Umum Natha Praja, Desa Busungbiu, Sabtu (16/5/2026).

Busungbiu Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Kecamatan Kabupaten Buleleng Tahun 2026 ini mengusung tema “Bhuana Shanti Loka Kerthi”, yang bermakna menjaga keharmonisan alam semesta demi terciptanya kehidupan yang damai dan sejahtera.

Festival berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai potensi seni budaya, UMKM, serta kreativitas masyarakat Kecamatan Busungbiu. Selain menjadi ajang hiburan dan promosi potensi daerah, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Buleleng, Anggota DPR RI Dapil Bali Ketut Kariyasa Adnyana, jajaran Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng, para Camat se-Kabupaten Buleleng, Perbekel se-Kecamatan Busungbiu, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan festival yang dinilai mampu memperkuat semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Festival seperti ini bukan hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan masyarakat. Kami berharap ke depan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, terus dilibatkan agar warisan budaya tetap lestari dan mampu menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Melalui Busungbiu Festival 2026, diharapkan semangat pelestarian budaya, kebersamaan, dan kecintaan terhadap kearifan lokal terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.