Foto bersama perserta rapat
GEROKGAK, Humas DPRD Buleleng
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng yang pada kesempatan ini diwakili oleh Anggota DPRD Buleleng, Putu Suastika, S.E., menghadiri Rapat Pengumpulan Data Pengukuran Willingness To Pay (WTP) wisatawan terhadap moda transportasi Seaplane, yang berlangsung di Naya Gawana Resort & Spa, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan melalui Pusat Kebijakan Prasarana Transportasi dan Integrasi Moda (PTIM) bekerja sama dengan Universitas Udayana ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dukungan transportasi dalam meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi pariwisata, khususnya di wilayah Bali Utara.
Pengukuran WTP dilakukan untuk mengetahui tingkat minat dan kesediaan wisatawan dalam menggunakan serta membayar layanan transportasi Seaplane sebagai alternatif moda transportasi yang cepat, efisien, dan terintegrasi menuju kawasan wisata.
Dalam kesempatan tersebut, Putu Suastika, S.E. menegaskan bahwa pengembangan transportasi Seaplane sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buleleng Tahun 2024–2044.
“Melalui Perda RTRW Kabupaten Buleleng Tahun 2024–2044 telah diakomodasi pengembangan sarana dan prasarana penunjang pendaratan Seaplane di Kecamatan Gerokgak sesuai kajian teknis. Karena itu, kami memandang pengembangan Seaplane merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas Bali Utara dengan berbagai destinasi wisata lainnya,” ujar Putu Suastika.
Lebih lanjut, ia menyampaikan dukungan DPRD Buleleng terhadap kajian dan rencana pengembangan transportasi Seaplane sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami di DPRD Buleleng sangat mendukung kajian dan rencana pengembangan transportasi Seaplane ini. Kehadiran moda transportasi yang cepat dan terintegrasi akan menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata Bali Utara, sekaligus membuka peluang investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buleleng,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan serta data pendukung dalam penyusunan kajian kebijakan transportasi.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut perwakilan Kementerian Perhubungan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten
Buleleng, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng,
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Buleleng, tim
peneliti dari Universitas Udayana, perangkat daerah terkait, pelaku usaha
pariwisata, serta para pemangku kepentingan lainnya.