Wakil Ketua DPRD Putri Nareni saat memimpin rapat
Singaraja, Humas DPRD Buleleng
Rapat lanjutan antara Badan
Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng dengan TAPD dan Inspektorat DPRD Buleleng
untuk membahas Laporan Pertangungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2023 dan Program, strategi dan inovasi untuk
meningkatkan kinerja BUMD Kabupaten Buleleng.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD
Buleleng Dra. Made Putri Nareni yang turut dihadiri oleh anggota Banggar DPRD
Buleleng serta hadir dari Eksekutif Asisten III Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si
beserta tim TAPD Kabupaten Buleleng yang bertempat di Ruang Gabungan Komisi
Gedung DPRD Buleleng, Selasa (9/7).
Wakil Ketua Putri Nareni
menyampaikan bahwa hasil dari rapat antara Komisi dengan OPD terkait dan rapat
Komisi-Komisi dengan Banggar menyatakan ada beberapa point yang perlu
dijelaskan oleh tim TAPD guna mengetahui rencana kedepan yang akan dilakukan
oleh Pemkab Buleleng. Seperti halnya pada BUMD di Buleleng salah satunya PT.
BPR Bank 45 (Perseroda) yang saat ini masih kalah bersaing dengan bank-bank
lainnya. Kita butuh inovasi dan strategi-strategi baru menyesuaikan dengan
perkembangan market dan tentunya pembenahan di dalam seperti memperbaiki
manajemen usaha dan mungkin dibarengi dengan penambahan modal melalui penjualan
saham kepada publik.
Hal yang sama disampaikan Anggota Banggar
Nyoman Bujana,SE. Menurutnya, BPR Bank 45 dalam perjalanan dari beberapa tahun
lalu sampai sekarang masih tetap berjalan tanpa ada perkembangan. Oleh karena
itu, perlu adanya pembedahan dari seluruh aspek baik dari manajemen, audit
keuangan dan program yang sudah berjalan. Apabila nantinya Bank 45 perlu adanya
penyertaan modal dari APBD perlu adanya kehati-hatian dan pastikan penyertaan
modal itu bisa berdampak positif terhadap perkembangan usaha serta bisa
bersaing dengan bank-bank lainnya.
Selain terkait dengan BUMD, Banggar
juga mengingatkan Pemerintah Daerah untuk merespon dengan cepat dan cermat
terkait dengan beberapa catatan dari BPK RI untuk Pertanggungjawaban APBD TA
2023 yang terdapat 8 point catatan. Wayan Teren anggota banggar kepada TAPD Kabupaten
Buleleng berharap bahwa apa yang menjadi catatan BPK RI atas Laporan
Pertanggungjawaban TA 2023 bisa segera
di respon dan diselesaikan dengan baik, serta kami berharap catatan-catatan
tersebut tidak lagi muncul dalam laporan keuangan TA 2024.
Asisten III Gede Sugiartha Widiada, mengucapkan
terima kasih terhadap masukan dan koreksi dari Banggar DPRD Buleleng. Atas semua
masukan APBD, Eksekutif siap melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan
sehingga hal ini tidak akan muncul lagi di laporan berikutnya.
Ditemui usai rapat, Putri Nareni
menyatakan dalam rapat tadi kita sudah bahas semua apa yang menjadi masukan dan
evaluasi dari DPRD Buleleng terhadap eksekutif tentunya terkait dengan Laporan
Pertanggungjawaban TA 2023 yang memiliki 8 catatan. Selain kita fokuskan untuk
memperbaiki kinerja BUMD untuk
kedepannya, DPRD juga sudah memberikan 10
catatan evaluasi dan masukan untuk nantinya bisa di pakai untuk menentukan
arah program-program APBD tahun anggaran berikutnya.
“hari ini kita sudah sampaikan
hasil evaluasi dan masukan kepada eksekutif melalui TAPD, harapannya kedepan pemerintah
Kabupaten Buleleng bisa lebih baik dan cermat untuk menjalankan program kerja
serta evaluasi kerja untuk BUMD akan nanti kita bahas secara khusus dengan
stakeholder terkait” tambahnya.